Darurat Corona, Pastikan Jadwal KB Anda Tidak Tertunda

Oleh: Menur Adhiyasasti

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan kini menjadi zona tidak aman bagi orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan. Pasalnya, selama pandemi virus corona berlangsung, fasilitas kesehatan mulai banyak melayani pasien yang mengalami gejala infeksi virus corona atau SARS-CoV-2. Mengingat virus ini memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dan belum ditemukan obatnya, maka masyarakat diimbau untuk tidak mengunjungi fasilitas kesehatan hingga pandemi dinyatakan berakhir. 

Imbauan tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi wanita usia subur yang membutuhkan layanan KB. Pengguna KB suntik yang biasa mengunjungi puskesmas atau rumah sakit setiap 1 atau 3 bulan misalnya, bisa menjadi khawatir terjadi kehamilan jika menunda suntik KB hingga masa gawat darurat corona usai. Begitu juga dengan mereka yang harus cek berkala IUD setiap 6 bulan sekali. 

Lalu bagaimana solusinya? Tentu Anda tidak ingin positif hamil akibat jadwal KB yang tertunda. Langkah berikut bisa Anda coba agar penjarakan kehamilan tidak terganggu oleh pandemi virus corona:

1. Mengunjungi dokter dan bidan yang praktik di rumah 

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang memungkinkan Anda berinteraksi dalam kerumunan memang sebaiknya dihindari. Namun, dokter spesialis kandungan dan bidan yang praktek di rumah membuat Anda lebih tenang karena bertemu dengan lebih sedikit orang. Untuk memastikan penuh tidaknya kondisi tempat praktik, Anda bisa menelepon terlebih dahulu untuk memperkirakan jam berapa konsultasi dapat dilakukan. Jika penuh, pastikan Anda menerapkan kaidah physical distancing saat mengantre dan bertemu dokter atau bidan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudahnya, dan segera berganti pakaian sesampai di rumah.

Khusus untuk bidan, Anda bisa menelepon atau bertanya terlebih dahulu karena tidak semua bidan memiliki persediaan alat kontrasepsi lengkap seperti IUD dan implan. Tidak semua bidan pula melayani lepas pasang implan dan KB. Umumnya, bidan melayani suntik KB dan pil KB. Jika Anda tidak tahu lokasi bidan terdekat, klik di sini.

2. Melakukan telemedicine

Jika dokter Anda tidak melayani praktik di rumah, Anda bisa meminta layanan telemedicine seperti yang disarankan oleh POGI (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia) di rumah sakit tempat Anda biasa konsultasi. Telemedicine adalah layanan kesehatan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan konsultasi, diagnosis, hingga tindakan medis. Mengingat tidak semua dokter atau rumah sakit memiliki layanan telemedicine, Anda bisa bertanya terlebih dahulu via telepon ke bagian informasi.

Selain dokter yang biasa Anda temui, berkonsultasi via layanan kesehatan online seperti Halodoc juga bisa menjadi alternatif. Anda bisa melakukannya untuk membantu mengambil keputusan soal metode kontrasepsi atau menentukan apakah kondisi Anda darurat dan perlu segera mengunjungi fasilitas kesehatan. Jangan lupa, jelaskan sedetil mungkin tentang riwayat kesehatan serta keluhan yang Anda rasakan sehingga dokter bisa memberikan saran yang tepat. 

3. Menggunakan metode kontrasepsi cadangan

Apabila masih memungkinkan, Anda bisa menggunakan alat kontrasepsi cadangan untuk pengamanan ekstra. Misalnya, jika sulit mendapatkan layanan suntik KB atau saat implan dan IUD Anda memasuki masa kedaluwarsa, Anda bisa menggunakan kondom untuk sementara waktu. Pil KB juga bisa menjadi pilihan serta mudah didapat. Untuk metode kontrasepsi tradisional, KB kalender dan senggama terputus bisa dicoba. Pastikan Anda menghitung masa subur dengan tepat untuk mencegah kehamilan saat melakukan KB kalender.

Baca: Syarat Agar KB Kalender Efektif Mencegah Kehamilan

4. Bertanya pada PKB (Penyuluh KB)

Di sejumlah desa dan kecamatan, PKB hadir di tengah masyarakat untuk membantu memberikan informasi yang tepat mengenai KB dan perencanaan keluarga. Dengan pengetahuan yang baik tentang metode kontrasepsi, Anda juga dapat bertanya pada PKB. Jika biasanya para kader atau penyuluh ini datang ke rumah penduduk, dalam situasi physical distancing Anda bisa bertanya via WhatsApp.

5. Konsultasi ke apoteker 

Dalam kondisi pandemi, banyak orang langsung membeli obat dan keperluan medis lain ke apotek. Jika Anda bingung tentang pilihan alat kontrasepsi yang sesuai kebutuhan Anda, berkonsultasi ke apoteker bisa dilakukan. Terkadang, apoteker memberi banyak pilihan merk kondom atau pil KB. Jangan ragu bertanya jika Anda tidak tahu perbedaan antara satu dan lainnya. 

Jika tetap harus ke rumah sakit…

Kondisi darurat mengharuskan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter di rumah sakit. Tidak perlu khawatir berlebihan, pastikan Anda menerapkan physical distancing dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Dalam kondisi ini, biasanya petugas medis sudah mengenakan APD sesuai kebutuhan. Sepulang dari rumah sakit, ganti pakaian dan bersihkan diri.

(sumber:skata)

Share the Good News!

Post Author: disdaldukkb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *